Muhammadiyah dan Pagebluk

By | 28/04/2020

Muhammadiyah dan Pagebluk

Dalam setiap peristiwa bencana, Rumah Sakit Pembina Kesejahteraan Umat (RS PKU). Muhammadiyah selalu muncul dengan ciri khasnya yakni ambulan dan tenaga medis. RS PKU awalnya didirikan 15 Februari 1923 atas ide KH Sudja’, waktu itu berupa klinik sederhana dengan nama PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) dengan maksud menyediakan pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa.

Kemudian pada tahun 1980-an nama PKO berubah menjadi PKU (Pembina Kesejahteraan Umat). Saat ini persyarikatan mempunyai 105 RS dengan 8.082 bed tersebar di 17 provinsi dan 204 klinik (database MPKU 2017).

Menyadari bahwa Indonesia berada di lokasi cincin api pasifik (ring of fire), sehingga akan selalu menghadapi risiko beragam bencana, sebagaimana tergambarkan pada peta Indeks Risiko Bencana (IRB) yang dirilis oleh BNPB. Hampir semua wilayah berwarna merah, artinya memiliki risiko bencana yang tinggi. Maka berdasarkan pengalaman penanganan bencana tsunami di Aceh tahun 2004 dan gempa di Yogyakarta tahun 2006, penanganan bencana tidak melulu masalah kesehatan, namun juga persoalan sosial, logistik, pendidikan, dan sebagainya,

Pada tahun 2007 Muhammadiyah mendirikan lembaga yang bernama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang bertugas mengkoordinasikan mobilisasi sumber daya dalam Tanggap Darurat Bencana, Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana dan Rehabilitasi Pasca Bencana. Sehingga dalam pelaksanannya diperlukan komunikasi dan koordinasi dengan Seluruh Jajaran Pimpinan, Majelis, Lembaga, Amal Usaha, Organisasi Otonom dan Kader Muhammadiyah. Selain itu juga bekerja sama dengan lembaga SAR di Indonesia. Dasar pembentukannya adalah Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-46 tahun 2010 yang dirilis (tanfidz) dalam Berita Resmi Muhammadiyah No. 1/2010-2015.

Di masa-masa bangsa ini menghadapi Covid-19, lembaga Muhammadiyah yang khusus menangani pagebluk Covid-19 yakni MCCC bekerjasama dengan LAZISMU, didukung oleh segenap jajaran pengurus wilayah sampai ranting, beserta ortomnya, kembali menampakkan kiprahnya dengan menyediakan RS, tenaga medis, ambulans, bahkan juga bantuan pangan bagi masyarakat berdampak.

Peran Muhammadiyah dalam penanganan wabah maupun bencana sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Bahkan embrionya adalah gagasan Kyai Syuja’ untuk mendirikan “Armenhuis (rumah miskin)” dan “Weeshuis (rumah yatim)” yang waktu itu ditertawakan orang.

*) Anggota DPD RI 2019-2024

SUmber : mediamu.com

Tinggalkan Balasan